Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tujuan Kalimat Khobari (Agrodul Khobar)

Biasanya penutur kalimat menginginkan 2 hal dari penggunaan kalimat khobari: Pertama, untuk memahamkan lawan bicara pada sesuatu yang belum diketahuinya. Seperti perkataanmu terhadap seorang teman: قدم والدي من حجه وسأدعوكم إلى وليمة ‘Orang tuaku telah kembali dari berhajji, dan aku mengundang kalian untuk menghadiri walimah (syukuran)’. Pernyataan ini dinamakan dengan ‘faidatul khobar’.

Kedua, mempermaklumkan yang dilawan bicara bahwa penutur kalimat mengetahui perihal informasi tertentu. Untuk menganalogikan bentuk tuturan ini, dimisalkan bahwa jika anda mengundang seluruh teman anda (untuk menghadiri walimah) kecuali seorang bernama Yahya, maka Yahya akan berkata: دعوتهم كلهم إلا أنا ‘engkau mengundang semuanya kecuali saya’. Maka dalam pernyataan ini mengandung makna bahwa Yahya telah mengetahui perihal informasi walimah yang beredar. Pernyataan ini disebut ‘lazimul faidah’.

Kaidah:

A.      Pada prinsipnya kalimat khobar bertujuan untuk menyampaikan dua hal:

1.      Faidatul khobar, yaitu Menyampaikan sesuatu yang belum diketahui oleh lawan bicara.

2.      Lazimul faidah, yaitu menyampaikan sesuatu kalimat dimana kalimat tersebut menunjukkan bahwa pembicara mengetahui sebuah informasi.

B.      Kadang-kadang kalimat khobar tidak menunjukkan sebagaimana kedua hal diatas, tetapi tergantung pada konteks tuturannya. Contoh:

1.      Istirham ‘meminta kehormatan’ contohnya: رب إني لما أنزلت إلي من خير فقير (القصص: 24)

2.      Izharud dho’fi ‘menampakkan kelemahan’, contohnya: رب إني وهن العظم مني (مريم: 4)

3.      Izharut tahassur ‘menampakkan penyesalah’, contohnya: رب إني وضعتها أنثى (آل عمران: 36)

4.      Alfakhru (kekayaan/kemuliaan), contohnya:

كانت منازلنا بالعز سامخة * لا تشرق الشمس إلا في مغانينا

5.      At-ta’rid ‘sanggahan/penolakan’, contohnya: أنا لا أكذبُ

Post a Comment for "Tujuan Kalimat Khobari (Agrodul Khobar)"