Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah Masuknya Bahasa Arab di Indonesia


Secara historis bahasa Arab masuk ke Indonesia bertepatan dengan masuknya Islam di Indonesia. Mengenai tahun tepatnya hal tersebut, para ahli sejarah memilik perbedaan pendapat tentangnya. Sebagian mereka berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 17 yakni setelah Indonesia tenggelam dalam penjajahan. Menolak pandangan tersebut, Sebagian yang lain berpendapat bahwa Islam masuk di Indonesia pada abad ke 13 yakni dengan ditemukannya sebuah prasasti berupa batu nisan yang bertuliskan huruf Arab berupa ayat al-Quran.[1] Data arkeologis tersebut menunjukkan bahwa Islam masuk di Nusantara sudah sangat lama.

Perkembangan bahasa Arab di Indonesia memang tidaklah terlepas dari proses perkembangan agama Islam di negeri ini. Banyak dari para ulama’ Indonesia yang mengarang kitab-kitab penting dalam berbagai bidang kehidupan yang mana karangan-karangan tersebut menggunakan bahasa Arab. Penggunaan bahasa Arab tersebut memiliki posisi sebagai bentuk adanya penguasaan bahasa Arab oleh orang-orang Indonesia. Ini menjadi salah satu bukti adaya kecendrungan masyarakat Indonesia menggunakan bahasa Arab yang disebabkan oleh motif keagamaan.

Selain karangan-karangan para ulama’ Indonesia dalam bahasa Arab, secara literal Indonesia memiliki sejarah penggunaan huruf Arab  yang hanya menyangkut tulisan. Artinya yang digunakan dalam proses bahasa hanyalah huruf berupa tulisan-tulisan Arab, adapun kata-katanya tetap menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Arab. Tulisan semacam itu dikenal dengan istilah pegon.

Indonesia memang memiliki banyak tokoh atau ulama’ yang menggunakan bahasa Arab secara aktif karena kebanyakan mereka adalah orang-orang yang menuntut ilmu pengetahuan di Makkah, Arab Saudi, dengan intensitas waktu yang cendrung lama. Kenyataan itu kemudian membuat bahasa Arab melekat pada mereka yang melakukan studi ke negara tersebut. Sekembalinya ke Indonesia mereka tidak bisa melepaskan kebiasaan berbahasa Arabnya sehingga tetap digunakan dalam bahasa sehari-hari terlebih ketika dalam pengajian.

Pada gilirannya penggunaan bahasa Arab para Kiyai tersebut membuat orang-orang yang mendengarkannya tertarik untuk mendalami bahasa Arab. Ini tentu saja juga dipengaruhi oleh doktrinasi teologis para kiyai kepada para jamaahnya untuk mempelajari bahasa Arab karena bahasa tersebut adalah bahasa agama Islam yang kitab utamnya menggunakan bahasa tersebut. Para kiyai kemudian mengejewantahkan keinginan mereka untuk melihat masyarakatnya bisa berbahasa Arab dengan mendirikan pondok-pondok untuk mengkaji agama dan bahasa Arab.

Sejalan dengan keterangan di atas memang telah disebutkan bahwa proses penyerapan kosa-kata Arab di Indonesia terjadi sejak abad ke dua belas.[2] Barangkali hal tersebut dipicu oleh pengkajian al-Quran sebagai kitab suci agama Islam karena beberapa tokoh termasuk raja-raja nusantara pada waktu itu berbondong-bondong menjadi muslim. Selain faktor politik dan agama itu penggunaan bahasa Arab dalam tradisi tutur orang-orang Indonesia (Jawa) disebabkan oleh perkembangan ilmu tasawuf. Sebagaimana dikatakan oleh Taufik Abdullah bahwa para sastrawan Jawa lebih suka merujuk pada al-Ghazali dalam mempraktekkan ritual sufi, konsekuensinya mereka mempelajari buku-buku karangan ulama’ Islam terkemuka tersebut.[3]


Sumber gambar: Buku Arkeologi Islam Nusantara karang Uka Tjandrasasmita (2009)



[1] Uka Tjandrasasmita. Arkeologi Islam Nusantara. (2009, Jakarta: PT. Gramedia) hlm, 12-13

[2] Taufik Abdullah. Indonesia dalam Arus Sejarah. Jilid II. (2012, Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI) hlm. 335

[3] Ibid. Hlm, 341 

Post a Comment for "Sejarah Masuknya Bahasa Arab di Indonesia "