Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penjelasan Kalam dalam Ilmu Balagah (Ma’any)

Bagian-bagian kalam (kalimat)

Kalam itu ada dua : khobar dan insya’.

1.         Khobar

Kalam khobar atau kalimat informatif merupakan kalimat yang bisa dikonfirmasi benar atau tidaknya sebuah tuturan. Jika tuturan sesuai dengan realitas maka pernyataan tersebut benar, dan jika sebaliknya maka pernyataan itu salah.

 

Contoh: بِعْتُ كِتَابِي أَمْسِ بِخَمْسٍ “Saya telah menjual buku saya kemarin dengan harga 5 real”

 

Contoh diatas menunjukkan bahwa pernyataan tersebut bisa dinilai benar atau tidak hal itu tergantung pada kesesuaiannya dengan realitas.

2.         Insya’

Kalam insya’ merupakan kalimat yang bukan informatif, karenanya tidak bisa dinilai benar atau tidaknya.

 

Contoh: هَلْ تَشْتَرِي حَقِيْبَتِبْي هذِهِ بِخَمْسِ لِيْرَات؟  “Apakah engkau membeli tasku ini seharga 5 real?”

 

Contoh diatas merupakan kalimat tanya, bukan informatif. Oleh karena itu kalimat tersebut tidak bisa dinilai benar atau salahnya.

Rukun-rukun kalimat (jumlah)

Setiap kalimat baik itu kalimat khobar maupun kalimat insya’ memiliki dua rukun kalimat (jumlah) yaitu: musnad, dan musnad ilaihi. Kedua rukun ini adalah inti kalimat.

Contoh: فهم الطلاب

Pada contoh diatas, kata ‘fahima’ adalah musnad, sedangkan ‘thullab’ adalah musnad ilaihi.

Bagian-bagian khobar

Khobar dibagi menjadi tiga jika dilihat dari sisi penyajian redaksinya.

1.       Ibtidaiyan (ابتدائيا) yakni penyajian kalimat tanpa penguatan (taukid).

Contoh: أنا مريض ‘saya sakit’

2.       Tholabiyan (طلبيا) yakni penyajian kalimat dengan menggunakan satu penguatan (taukid)

Contoh: إني مريض ‘Sesungguhnya saya dalam keadaan sakit’

Contoh tersebut menunjukkan makna penguatan yakni jawaban yang lebih tegas dari contoh pertama karena ada unsur penekanan karena informasi pada contoh pertama dianggap tidak terlalu kuat.

3.       Inkariyan (إنكاريا) yakni penyajian kalimat dengan menggunakan penguatan yang berlipat-lipat. Hal ini digunakan jika pendengar atau lawan bicara tidak mempercayai informasi yang diberikan dengan redaksi contoh nomer satu dan dua.

Contoh: والله إني لمريض  ‘Demi Allah saya sungguh dalam keadaan sakit’

Lafaz Taukid

Beberapa lafaz taukid: إنّ، أن، قد, nun taukid, lam ibtida’, dan lain sebagainya. 

Post a Comment for " Penjelasan Kalam dalam Ilmu Balagah (Ma’any)"