Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Pengertian Kalam dalam Jurumiyah, Imrithy, dan Alifyah

Kitab Jurumiyah, Imrithy dan Alfiyah merupakan tiga kitab yang sangat akrab dipelajari di pondok-pondok pesantren. Ini menunjukkan bahwa ketiga kitab tersebut memiliki popularitas yang cukup tinggi di lingkungan pesantren. Secara umum bahasan yang ada dalam kitab tersebut juga sama yakni membahas tentang ilmu Nahwu, hanya saja dalam Ibnu Malik juga dibahas tentang shorof pada bagian keduanya.

Dalam tulisan ini akan dibahas tentang bagaimana pandangan tentang makna kalam dari tiga kitab tersebut. Penyajian ini berangkat dari beberapa pertanyaan santri yang penasaran perihal perbedaan konsep kalam dalam tiga kitab tersebut.

Baiklah untuk memulai uraian ini, penulis akan menghadirkan makna kalam menurut tiga kitab tersebut:

Dalam kitab Matan Jurumiyah disebutkan:

الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع

Kalam adalah lafaz yang tersusun, berfaidah dan menggunakan bahasa Arab.

Dalam matan Imrithy disebutkan tentang makna kalam:

كلامهم لفظ مفيد مسند

Kalam menurut mereka adalah lafaz yang berfaidah (dipahami), dan disandarkan.

Adapun dalam kitab Alfiyah disebutkan:

كلامنا لفظ مفيد كاستقم

Kalam menurut kami adalah lafaz yang berfaedah (dipahami) seperti lafaz: استقم

Ketiga makna kalam tersebut memiliki kesamaan dalam hal lafz, bahwa ketiganya menyebut bahwa kalam itu adalah lafz. Namun ada perbedaan pada syarat selanjutnya. Jika di kitab matan Jurumiyah makna kalam dihadirkan dengan deskripsi yang naratif, maka pada Imrithy maupun Alfiyah deskripsinya menggunakan syair. Sampai titik ini, Jurumiyah telah menunjukkan satu pebedaan dengan dua kitab lainnya.

Dapat dikatakan matan Jurumiyah cendrung sederhana dan jelas dalam menyebutkan pengertian kalam, yakni suatu kalimat yang berlafaz (berbunyi), tersusun, dipahami, dan menggunakan bahasa Arab. Dari pengertian tersebut dapat dialihbahasakan bahwa lafaz, murakkab, mufid, wad’i itu adalah syarat kalam.

Kemudian pada kitab Imrithy, dituliskan dengan redaksi kalamuhum, ‘kalam menurut mereka’. Penggunaan istilah ini mengacu pada makna teks yang dihendaki, sebagaimana yang disebutkan dalam syarah-nya, “kalamuhum ay ayyuhal murid”, maksudnya pernyataan pengarangnya ditunjukkan kepada para santri. ‘Kalam menurut mereka wahai para murid’ adalah pernyataan yang bisa diambil dari syarah kitab tersebut.

Pengertian kalam dalam kitab Imrithy ini dengan demikian ditunjukkan bagi para santri yang sudah mulai intens mempelajari ilmu nahwu.

Adapun makna kalam pada kitab Alfiyah ini merupakan pemaknaan kalam yang dihadirkan dengan bahasa yang lebih padat. “Kalam menurut kita adalah lafaz yang dipahami seperti lafaz ‘istaqim’” Dalam pengertian ini pembicaraan ditunjukkan kepada pra ahli nahwu. Ini sebagaimana yang dikatan ‘Asymuni dalam syarah-nya, “kalamuna ayyuhannuhat” yang berarti ‘kalam menurut kita wahai para ahli nahwu’. Dengan demikian pemaknaan kalam dalam kitab Alfiyah ini ditunjukkan kepada para ahli nahwu, yakni tingkatan yang lebih tinggi dalam pembeljaran ilmu nahwu.

Dapat disimpulkan bahwa pemaknaan kalam pada tiga kitab nahwu tersebut pada prinsipnya sama, hanya berbeda redaksi karena memiliki sasaran pembaca yang berbeda. Matan Jurumiyah menunjuk kepada para pembelajar Ilmu Nahwu pemula, sehingga disajikan dengan bahasa yang naratif, jelas, dan rinci. Sedangkan Imrithy disajikan untuk para thullab ‘penuntu ilmu’ yang sudah mulai memiliki semangat yang kuat dan pemahaman yang ideal dalam hal ilmu nahwu sehingga menggunakan redaksi sya’ir dalam penyajiannya.

Adapun yang ketiga, adalah bentuk penyajian Ilmu Nahwu yang lebih tinggi. Artinya sasaran pembaca sudah menunjuk kepada para pengkaji ilmu nahwu yang telah cukup banyak mempelajari ilmu nahwu sebelumnya, bahkan sudah termasuk ahli nahwu (nuhat). Dengan demikian, kalam dalam kitab Alfiyah cendrung dihadirkan dengan bahasa yang padat, ringkas, dan mendalam, sehingga mendorong pembacanya untuk berfikir lebih dalam lagi. Wallahu a’lam.  

Post a Comment for "Perbedaan Pengertian Kalam dalam Jurumiyah, Imrithy, dan Alifyah"