Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Sosiolinguistik Menurut Para Ahli

Dalam linguistik umum (general linguistic) kajian kebahasaan terbagi menjadi dua cabang, yaitu mikrolinguistik dan makrolinguistik. Mikrolinguistik meliputi kajian bahasa secara internal seperti struktur morfologi, fonologi, sintaksis dan semantik. Sedangkan makrolinguistik meliputi psikolinguistik (gabungan antara psikologi dan linguistik), sosiolinguistik (gabungan antara sosiologi dan linguistik), antropolinguistik (gabungan antara antropologi dan linguistik), dan neurolinguistik (gabungan antara neurologi dan linguistik).[1]

Dalam penelitian ini, teori yang digunakan adalah sosiolinguistik, yaitu gabungan antara sosiologi dan linguistik. Kiranya perlu diketahui terlebih dahulu pengertian masing-masing. Sosiologi merupakan ilmu yang membahas manusia di dalam masyarakat, lembaga-lembaganya, serta proses sosial yang ada di dalamnya. Adapun linguistik adalah ilmu yang membahas bahasa sebagai objek kajiannya. Sehingga, dapat dikatakan bahwa sosiolinguistik merupakan ilmu yang membahas bahasa dalam penggunaannya oleh masyarakat.[2]

Bahasa sebagai objek kajian dalam sosiolinguistik, tidak dilihat sebagai bahasa seperti yang dilakukan oleh linguistik umum. Akan tetapi, dilihat sebagai sarana komunikasi di dalam masyarakat.[3] Berbicara mengenai bahasa sebagai alat komunikasi manusia, sangatlah erat kaitannya dengan sosiolinguistik yang menempatkan bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa di dalam masyarakat. Karenanya, manusia tidak berperan sebagai makhluk individu dalam masyarakat tetapi sebagai masyarakat sosial. Dengan demikian, segala hal yang dilakukan oleh manusia dalam melakukan sebuah tuturan akan selalu dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang ada disekelilingnya.[4] 

Berikut pengertian sosiolinguistik menurut beberapa pakar:[5]

Menurut Kridalaksana, sosiolinguistik adalah ilmu yang membahas pelbagai variasi bahasa dan ciri, serta hubungan antara partisipan dengan fungsi variasi di dalam masyarakat.

Menurut Nababan, sosiolinguistik adalah mengkaji suatu bahasa dengan lingkup kemasyarakatan.

Sedangkan menurut J.A Fishman:

sociolinguistics is the study of the characteristics of language varieties, the characteristics of their functions, and the characteristics of their speakers as these three constantly interact, change and change one another within a speech community.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sosiolinguistik adalah cabang dari ilmu linguistik yang berpadu dengan ilmu sosiologi, dengan menggunakan bahasa serta faktor sosial dalam masyarakat tutur sebagai objek kajian.

Berbicara mengenai masyarakat tutur, tidak lepas dari adanya penutur, lawan tutur, serta tuturan dalam sebuah peristiwa tutur. Peristiwa tutur (speech event) merupakan suatu aktifitas dalam terjadinya sebuah interaksi bahasa dalam bentuk satu ujaran atau lebih yang melibatkan dua pihak, yaitu penutur dan lawan tutur dengan satu pokok tuturan, dalam waktu, tempat dan situasi tertentu.[6] Dengan demikian, dalam sebuah peristiwa tutur dapat memunculkan terjadinya peristiwa alih kode dan campur kode dalam berbahasa.

            Proses reproduksi bahasa yang berbentuk campur dan alih kode menyimpan konstruksi sosial yang sangat beragam. Pengkajian bahasa perspektif kerangka sosiologis yang ada di balik suatu fenomena berbahasa akan memberikan dampak pengkajian bahasa yang lebih komprehensif. Demikian pula dengan penelitian ini, memiliki fokus elaborasi bentuk campur dan alih kode serta proses sosial yang berkembang di baliknya.

[1] Abdul Chaer dan Leonie Agustina, Sosiolinguistik..., hlm. 1

[2] Ibid., hlm. 2-3

[3] Ibid.

[4] I Dewa Putu Wijana dan Muhammad Rohmadi, Sosiolinguistik: Kajian Teori dan Analisis, cet. ke-3 (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011), hlm. 7

[5] Abdul Chaer dan Leonie Agustina, Sosiolinguistik..., hlm. 3-4

[6] Ibid., hlm. 47

Post a Comment for "Pengertian Sosiolinguistik Menurut Para Ahli"