Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lanjutan Terjemah Kitab Qowaidul Imla’ Imam Zarkasyi (Ketentuan Penting dalam Penulisan Hamzah)

1.      Setiap hamzah yang berharokat dhommah dimana huruf sebelumnya berharokat sukun, maka hurufnya dibuang, hanya hamzah saja yang ada (ء).

Contoh: يبدءون، اقرءوا

2.      Setiap hamzah yang berharokat fathah yang setelahnya huruf mad yang sejenis dengan hamzah itu maka dibuang tulisan hamzahnya.

Contoh: مرآة، قرآن

Kecuali jika bersambung dengan alif tatsniah maka tidak dibuang.

contoh: قرأا، بدأا

3.      Setiap hamzah yang berharokat kasroh dan setelahnya huruf mad dari jenisnya selain ya’ mukhotobah atau ya’ mutakallim atau yang ya’ nisbah maka dibuag tunggangannya (tempatnya).

Contoh: إسراءل، جبراءيل

Tapi boleh juga menuliskan hamzah tersebut diatas garis lengkung, seperti: جبرائيل

4.      Setiap hamzah yang berada di awal kata yang datang setelahnya mad dari yang sejenis dengannya maka ditulis sebagaimana diucapkan.

Contoh: ائتمر، أؤمر

Kecuali alif, maka dia ditulis dengan mad. Contoh: آخذ

Apabila hamzah yang tidak berharokat fathah didahului dengan wawu (و) atau fa (ف) maka dibuah hamzah washalnya dan ditulis hamzah diatas alif.

Contoh: وأمر أهلك، وأتوني بأهلكم أجمعين

5.      Hamzah yang bertasydid diberikan hukum hamzah yang mutaharrik setelah huruf yang mutaharrik.

Contoh: ترأّس، مترئّس

6.      Apabila bergabung antara hamzah, mad, dan tasydid, maka dibuang hamzah dan cukup dituliskan dengan mad dan tasydid.

Contoh: لآّل

dan apabila berkumpul antara hamzah dan tasydid maka ditulis keduanya bersamaan.

Contoh: الترؤّس

7.      Hamzah washal tidak ditulis diatas alif meskipun alif tersebut ditaruh diawal kata, karena hamzah itu bersyakal sedangkan syakal tidak mengikuti hamzah washal tidak ditengah maupun di awal kata.

Adapun hamzah qot’i diletakkan diatas alif jika dia berharokat kasrah. diletakkan kasrah dibawah alif untuk membedakan antara alif kasrah dan lainnya. Contoh untuk hal ini adalah tatakala hamzah bertasydid. Jika hamzah berharokat kasrah diletakkan kasrah dibawahnya dan tasydid diatasnya.

Adapun jika hamzah yang berada di tengah kata maka dituliskan diatas alif, wawu, atau ya’.


Bersambung... 

Post a Comment for " Lanjutan Terjemah Kitab Qowaidul Imla’ Imam Zarkasyi (Ketentuan Penting dalam Penulisan Hamzah)"