Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Huruf Jar dan Makna-maknanya, (Terjemah dari Kitab Tashilu Nailil Amany)

Huruf Jar adalah huruf yang berfungsi untuk mengkhofadkan (kasroh) akhir sebuah kata benda (isim). Huruf jar di matan jurumiyah disebutkan sebanyak 9 huruf, namun di dalam beberapa kitab yang lain lebih dari itu. Dalam kitab tashilu nailil amany misalnya menyebutkan huruf jar sebanyak 19 huruf. Dalam tulisan ini akan disebutkan 19 huruf jar tersebut dengan makna yang terkandung di dalamnya serta contohnya dalam kalimat. Tulisan ini adalah terjemah bebas dari kitab Tashilu nailil amany karangan Ahmad bin Muhammad Zain bin Musthofa Alfatoni yang merupakan penjelasan dari kitab al-‘awamil karangan Al Jurjani.

Berikut pembahasan huruf Jar dan maknanya beserta contoh kalimatnya.

1.      Ba’ (ب)

Pembahasan ba’ dihadulukan karena merupakan huruf jar yang paling sering digunakan dalam tuturan.

Ada beberapa makna yang terkandung dalam huruf ba ini:

a.      al-ilshoq (الإلصاق)

al-ilshoq dibagi dua yakni hakiki dan majazi.

contohnya:

أمسكت بزيد (hakiki)

مررت به  (majazi)

catatan: ilshoq artinya menempel, maksudnya ba’ di dalam kalimat tersebut menunjukkan makan dua hal yang menempel (bertemu). Pada contoh makna hakiki maksudnya bertemu dan bersentuhan anggota tubuh. Sedangkan pada contoh makna majazi artinya ‘aku berpapasan dengannya’ hal ini menunjukkan bertemu tapi tidak bersentuhan.

b.      sababiyah (السببية)

Maksudnya adalah ba’ di dalam kalimat tersebut mengandung makna ‘sebab’.

contoh:

فبظلم من الذين هادوا حرمنا عليهم طيبات أحلت لهم

c.       at-tab’id (التبعيض) ‘bermakna sebagian’

Contoh: يشرب بها عباد الله

d.      at-ta’diyah (التعدية)

Maksudnya fungsi keberadaan ba’ adalah mengubah fail menjadi maf’ul

Contoh: أذهبت بزيد

e.      az-zhorfiyah (الظرفية)

ba’ yang menunjukkan makna zhorof (keterangan waktu dan tempat)

contoh: ولقد نصركم الله ببدر

2.      min (من)

Ada beberapa makna yang terkandung di dalam huruf min:

a.      tab’id (التبعيض) ‘Menunjukkan makna sebagian’

b.      kadang-kadang sebagai zaidah (tambahan), tidak memiliki makna.

contoh untuk kedua bagian tersebut:

فمن الناس من يقول ربنا آتنا في الدنيا وماله في الآخرة من خلاق

c.       bayanun lil jinsi (بيان للجنس) ‘menjelaskan jenis’

Contoh:

فاجتنبوا الرجز من الأوثان

d.      ibtidaul ghoyah (ابتداء الغاية)  ‘menunjukkan makna permulaan suatu pekerjaan atau peristiwa’ baik dalam hal waktu maupun tempat.

Contoh:

-          menunjukkan permulaan tempat: وأنزلنا من السماء ماء

-          menunjukkan waktu : لمسجد أسس على التقوى من أول يوم أحق أن تقوم فيه

3.      ila (إلي)

 

Bersambung....

 

Post a Comment for "Huruf Jar dan Makna-maknanya, (Terjemah dari Kitab Tashilu Nailil Amany)"