Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Analisis Penelitian dan Tulisan Menggunakan Teori Semiotika

Teori semiotika belakangan mulai banyak digandrungi para sarjana maupun mahasiswa pascasarjana yang mengambil konsentrasi kebahasaan. Sebagai pecahan dari Linguistik, Semiotika memang sulit dipisahkan dari kajian bahasa. Nah, bagi para mahasiswa baik sarjana maupun pascasarjana yang mau menggunakan teori semiotika dalam penelitiannya, baik untuk kepentingan tugas akhir (skripsi, tesis, disertasi) ataupun untuk tulisan jurnal, beberapa judul berikut bisa menjadi contohnya.

Tulisan yang penulis lampirkan disini adalah tulisan saya sendiri yang karenanya bisa saya pertanggungjawabkan metode dan hasilnya. Semua contoh tulisan ini telah dimuat di berbagai Jurnal nasional terindeks (Sinta).

Berikut beberapa karya tulis yang menggunakan teori Semiotika dalam analisis tulisannya.

1.  Dialog Inklusif: Dari Kebenaran Subjektif Menuju Kebenaran Objektif (Tinjauan Semiotik-Hermeneutik Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 30-33)

Abstrak:

Tulisan ini akan mengurai tentang dialog inklusif dalam al-Quran. Kebutuhan untuk mengetahui hal tersebut sangat mendesak terutama dalam situasi sosial belakangan yang serba timpang. Penelitian terfokus pada analisis surat al-Baqarah ayat 30-33, dengan melihat aspek linguistik, isi dan interpretasinya. Melalui pendekatan Semiotik-Hermeneutik, dapat disimpulkan prinsip-prinsip komunikasi dialogis, yaitu: upaya memulai suatu dialog, adanya sikap terbuka dalam memahami lawan dialog, adanya kepercayaan (trust) antar pelaku dialog, rasionalisasi atas argumentasi yang diungkapkan, tidak simplikatif, saling menghargai pendapat, dan tentunya ada sikap kritis dalam menanggapi wacana yang digulirkan. Berbagai temuan tersebut pada prinsipnya merupakan komponen-komponen yang mesti ada dalam membangun dialog yang terbuka (inklusif). Hakikat dari melakukan dialog inklusif adalah menggeser paradigma dari kebenaran subjektif menuju kebenaran objektif. Proses komunikasi yang mengedepankan kebenaran objektif akan meminimalisir konflik argumentatif terutama dalam dunia maya (cyber space) seperti nyinyir, bulying dan debat kusir. Dialog inklusif adalah cara untuk melihat perbedaan bukan sebagai pemicu konflik tetapi alat untuk saling memahami dan mendorong untuk menuju kebenaran objektif.

Selengkapnya bisa diakses di sini

 

2.      Kekang Subaltern Dalam Negasi Media Tentang Syiah

Abstrak:

Tulisan ini akan menganalisis tentang tulisan-tulisan anti-Syiah yang belakangan marak ditemukan di media online. Sebagai kelompok minoritas Syiah berada dalam posisi subaltern akibat publikasi tentang Syiah yang sering kali bersifat negatif sehingga paradigma negatif tentang syiah semakin tersebar. Dalam dunia yang tak terbatas (cyberspace) produksi tulisan-tulisan tentang Syiah kemudian muncul dalam bentuk hubungan semiotik yang timpang. Sering kali makna Syiah yang dipublikasikan merupakan pandangan subjektif dari kelompok tertentu. Untuk itu penelitian ini akan mengkaji fenomena tersebut perspektif Cybersemiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekang subaltern terhadap Syiah dalam media masih sangat kuat. Untuk itu dibutuhkan kesadaran diri untuk memberikan kesempatan kepada Syiah berbicara di media massa secara berimbang. Hanya dengan memberikan kesempatan seperti itu, pandangan yang objektif tentang syiah bisa didapatkan. Pada gilirannya pandangan yang objektif akan membangun inklusifitas dalam beragama.

Selengkapnya bisa dilihat disini

3.      Semiotika Gusdur

Ini adalah contoh tulisan artikel yang menggunakan teori analisis Semiotika. Bisa dibaca ditautan ini (klik disini)

4.      Kolase Makruf Amin, Antara Penghinaan dan Kritik

Selengkapnya bisa dilihat disini.

5.      Agama dalam Banner Kampanye Politik

Selengkapnya bisa dilihat disini

6.      Melihat Fenomena ‘Gila’ Melalui Kacamata Semiotika Jean Boudrillad

Selengkapnya bisa dilihat disini.


Sumber Gambar: pexels.com

Post a Comment for " Contoh Analisis Penelitian dan Tulisan Menggunakan Teori Semiotika"