Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

4 Pendekatan Skripsi Jurusan Bahasa Arab yang Anti Mainstream dan Dijamin Cepat Lulus

 


Setiap mahasiwa rata-rata mengalami kegalauan menjelang skripsi. Salah satu hal yang membuat kegalauan tersebut adalah tema yang akan dibahas. Seringkali karena terlalu bingung dengan tema, mereka terpaksa memilih tema-tema yang monoton dengan mengikut pola umum skripsi jurusan bahasa arab sebelumnya (kakak tingkat).

Dari berbagai literatur yang pernah penulis tinjau, rerata skripsi mahasiswa bahasa Arab menggunakan pendekatan yang itu-itu saja, misalnya, jurusan PBA, rerata terkait dengan ‘efektifitas pembelajaran’ bahasa arab, kendala, metode pengajaran, dan pola penelitian studi kasus. Selain itu, jurusan Sastra Arab lebih banyak terjebak dalam kajian Balagah, atu kajian tematik terhadap ayat al-Quran dengan pendekatan linguistik Arab.

Kenyataan tersebut menunjukkan kepada begitu sempitnya paradigma mahasiswa  akhir dalam mengeksplorasi tema skripsi. Mereka terjebak dalam jaring tematik yang telah terbangun melalui generasi-generasi sebelumnya.

Dalam pembahasan kali ini, saya akan menyampaikan 4 sudut pandang skripsi jurusan Bahasa Arab yang anti mainstream dan dijamin mendorong anda cepat lulus.

Pendekatan Sosiolinguistik

Sosiolingusitik merupakan salah satu bidang kajian linguistik terapan yang mengkaji bahasa perspektif sosial. Artinya bahasa dilihat sebagai suatu fenomena sosial. Ada banyak objek formal yang bisa digunakan dalam pendekatan ini. Jika di pembahasan bahasa Arab yang cukup terkenal adalah teori Reem Basseouney dalam bukunya Arabic Sociolinguistics.

Contoh penelitian yang menggunakan pendekatan sosiolinguistik ini bisa disearching di google. Namun kasarannya fenomena sosiolinguistik bisa dilihat seperti contoh kasus penggunaan bahasa Arab yang bercampur dengan bahasa Indonesia, misalnya pola penggunaan bahasa komunikasi mahasiswa KAMMI, beberapa dari kelompok tersebut sering ditemukan pernyataan seperti ini: “antum dimana? malam ini jangan lupa kita liqo’”

Pada contoh kalimat tersebut kata ‘antum’ dan ‘liqo’’ yang merupakan kosa-kata Arab digunakan bersamaan dalam satu tuturan dengan bahasa Indonesia. Pola ini menarik dikaji dan bisa diangkat sebagai materi skripsi melalui pendekatan Sosiolinguistik.

Pendekatan kajian tokoh

Dalam kajian skripsi pba, rata-rata kita menemukan model skripsi yang itu-itu saja. misalnya seperti judul: “Efektifitas metode qiroah dalam meningkatkan kemampuan bahasa arab di sekolah ini”. “Meningkatkan kemampuan berbicara bahasa arab dengan pendekatan metode hiwar pada kelas VII MTs ..”, “Penggunaan metode media pembelajaran bahasa arab berbasis online untuk meningkatkan....” dan seterusnya, dan seterusnya.

Judul-judul tersebut tidak seutuhnya buruk, tetapi hal tersebut menunjukkan bahwa kajian di bidang jurusan bahasa Arab baik PBA  ataupun BSA cendrung stagnan. Padahal bisa saja diangkat tentang kajian tokoh. Yakni dengan mengkaji salah satu tokoh pemikir seputar pendidikan bahasa Arab untuk dielaborasi pemikirannya. Hal ini tentunya akan menarik karena bisa memberikan kontribusi dalam pengarsipan tokoh-tokoh pemikir bahasa Arab. Misalnya tokoh pemikir bahasa Arab yang bisa dijadikan contoh: Ibnu Madha’ dengan pemikiran nahwu progresifnya, Nawal El-Sa’dawi dengan paradigam gender yang ditawarkan melalui novelnya, serta berbagai pemikir lainnya yang layak dikaji secara ilmiah.  

Pendekatan filologi

Pendekatan Filologi termasuk yang sangat jarang disentuh oleh mahasiswa PBA maupun BSA, padahal pendekatan ini bisa menjadi opsi menarik di tengah stagnasi kajian bahasa Arab di jurusan-jurusan kebahasaaraban. Hal ini mengingat begitu banyaknya naskah kuno yang dimiliki bangsa ini. Sebagaimana laporan dari Perpustakaan Nasional (Pusnas), bahwa naskah filologis berbahasa Arab yang kini telah diarsip oleh Perpusnas mencapai ribuan. Naskah tersebut belum disentuh sama sekali oleh para peneliti.

Berdasarkan hal tersebut, menulis skripsi atau tesis dengan pendekatan Filologi adalah opsi yang menarik untuk memudahkan mahasiswa jurusan Bahasa Arab dalam menemukan inspirasi menulis skripsi hingga segera lulus dari bangku kuliah.

Pendekatan Filsafat Bahasa

Pendekatan Filsafat Bahasa memang tergolong jarang digunakan oleh mahasiswa strata satu. Mungkin karena dianggap berat. Namun demikian, sesungguhnya pendekatan filosofis dalam kajian kebahasaan tidaklah seberat yang dikira. Menggunakan pendekatan filsafat bahasa dalam kajian kebahasaaraban akan memberikan sentuhan yang baru dalam bidang kajian tersebut. Apalagi jika dikaitkan dengan bahasa keagamaan.

Dewasa ini pemahaman bahasa suatu komunitas keagamaan sering kali mempengaruhi pemahaman keagamaan mereka, oleh karena itu mengkaji berbagai fenomena bahasa Arab dengan pendekatan filsafat bahasa tidak hanya memberikan paradigma yang menarik tetapi juga sangat bermanfaat untuk memberikan solusi atas problem sosial keagamaan yang belakangan berkembang. Misalnya pemahaman seseorang tentang konsep ‘jihad’ akan dipengaruhi oleh perbendaharaan seseorang memahami kata jihad secara linguistik. Barangkali warisan tradisi memberikan makna kepada jihad adalah berperang, akan tetapi jika seseorang yang memahami bahasa Arab secara komprehensif maka dia akan memahami bahawa jihad artinya bersungguh-sungguh. Artinya maknanya sangat umum, bisa saja bersungguh-sungguh dalam berbagai hal yang sangat banyak seprti belajar dan bekerja.

Dengan demikian, menjadikan Filsafat bahasa sebagai objek formal dalam kajian bahasa Arab akan mendorong kebaruan penelitian juga mendorong lebih cepat lulus sarjana.

Demikian 4 saran pendekatan bagi mahasiwa jurusan Bahasa Arab yang anti mainstream dan dijamin lulus cepat. Selamat mencoba, semoga sukses.

Post a Comment for "4 Pendekatan Skripsi Jurusan Bahasa Arab yang Anti Mainstream dan Dijamin Cepat Lulus"