Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Macam-macam Hamzah dan Contohnya (Menurut Emil Badi’ Ya’qub)

Daftar Isi:
  1. Hamzah Istifham
  2. Hamzah Nida'
  3. Hamzah Taswiyah
  4. Hamzah Fi'liyah
  5. Hamzah Ta'diyah
  6. Hamzah Qoth'i atau Fashli
  7. Hamzah Washol
  8. Hamzah Salbi

Penjelasan tentang macam-macam hamzah ini kami ambil dari kitab Mausu’ah Annahwi was Shorfi wal I’robi karangan Emil Badi’ Ya’qub. Menurut Emil, hamzah merupakan huruf pertama dari abjad hijaiyah. Dalam hal ini yang dimaksud oleh Emil adalah hamzah qoth’i.

Adapun macam-macam hamzah adalah sebagai berikut:

1.     

Hamzah Istifham

(همزة الاستفهام)

hamzah istifham merupakan huruf mabni (tidak berubah) atas fathah, tidak memiliki kedudukan (mauqi’) dalam kalimat. hamzah ini adalah huruf istifham yang paling asli.

contoh: أَفَلَمْ يَسِيْرُوا فِي الْأَرضِ (يوسف: 109)

2.     

Hamzah Nida’

(همزة النداء)

hamzah nida’ adalah huruf hamzah yang digunakan untuk menunjukkan pemanggilan dengan objek yang lebih dekat.

contoh: أَزيدُ أَشْرَعْ      

3.     

Hamzah Taswiyah

(همزة التسوية)

hamzah taswiyah adalah huruf mabni yang tidak memiliki kedudukan di dalam i’rob. Biasanya huruf ini terdapat setelah kata ‘sawaun (سواء)’ seperti dalam firman Allah: سواء عليهم أأنذرتهم أم لم تنذرهم لا يؤمنون (البقرة: 6)

4.     

Hamzah Fi’liyah

(الهمزة الفعلية)

Hamzah fi’liyah adalah hamzah yang berharokat kasrah yang ada pada bentuk fi’il amer dari lafaz fi’il ‘وأى’ yang bermakna ‘وعد’ yakni fi’il amernya berbunyi : إِ

contohnya: إن هند المليحة الحسناء * وأي من أضمرت لِخِلٍّ وفاء

kata ‘إنّ asalnya adalah ‘إ’ ditambah ‘ين’ yang menunjukkan dhomir muannats mukhotobah  secara riteral kata tersebut bermakna ‘wahai perempuan, berjanjilah’.

5.     

Hamzah Ta’diyah atau An-Naql

(همزة التعدية أو النقل)

yaitu hamzah yang masuk pada fi’il lazim dan menjadikan fi’il tersebut muta’addi.

contoh: جلس الطفلُ menjadi أجلستُ الطفلَ

6.     

Hamzah Qoth’i atau Hamzah Fashli

(همزة القطع أو الفصل).

hamzah qoth’i merupakan hamzah yang terdapat di awal kata, hamzah tersebut tetap terbaca baik di awal kata ataupun diakhirnya.

contoh hamzah qoth’i: أجلس

7.     

Hamzah Washol

(همزة الوصل)

Adapun hamzah washol adalah hamzah yang terbaca dan tertulis jika di awal kalimat tetapi tertulis tetapi tidak terbaca jika berada di tengah kalimat.

contoh hamzah washol: وقال ربكم ادعوني أستجب لكم

ringkasnya hamzah qoth’i dan hamzah washol dapat dibedakan dengan adanya tanda alif bengkok di atas atau dibawah alif (ء).

8.     

Hamzah Salbi

(همزة السلب)

hamzah salbi adalah hamzah yang masuk ke dalam sebuah fi’il kemudian membalik makna yang dimiliki fi’il tersebut.

contoh: أشكيت زيدا “saya menghilangkan keraguan terhadap zaid”. jika tanpa hamzah (شكيت زيدا) bermakna “saya meragukan Zaid”

Demikianlah keterangan seputar macam-macam hamzah yang bisa penulis sebutkan dalam artikel ini. Apabila ada hal-hal yang perlu didiskusikan tentang materi tersebut silahkan didiskusikan melalui ruang komentar. Semoga bermanfaat.

 

Sumber: Emil Badi’ Ya’qub. Mausu’ah Annahwi was Sharfi wal I’robi. 1988. Penerbit Almaktabah Al-Anwariyah.

Post a Comment for "Macam-macam Hamzah dan Contohnya (Menurut Emil Badi’ Ya’qub)"