Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Peran Filsafat Bahasa dalam Proses Pemahaman dan Penafsiran Nilai-Nilai Agama


Dalam teori filsafat analitika (filsafat bahasa) kita mengenal dua konsep bahasa yang membahas haekat makna, yaitu pandangan atau teori bahasaWittgenstein. Teori pertama mengatakan bahwa bahasa adalah gambar (language in picture) dan yang kedua, bahasa adalah permainan (language in use). Teori pertama memiliki prinsip bahwa pemahaman bahasa harus objektif dan berdasar pada struktur bahasa itu sendiri.Adapun teori yang kedua, mengatakan bahwa makna bahasa ada ketika digunakan, hal ini bisa dilihat dalam pernyataan Wittgenstein yang terkenal, “dont ask what the mean, but ask how to use.” Artinya, bahasa tergantung pada konteks penggunaannya.
Jika ditarik dalam kajian keagamaan, model kajian bahasa seperti ini akan membantu dalam proses penafsiran. Inilah yang kemudian menjadi asas berdirinya hermeneutika (salah satu metode penafsiran kitab suci) dalam kajian keagamaan.
Pada prinsipnya jika menggunakan model pemaknaan bahasa yang berparadigma positivisme logis atau teori gambar, maka seseorang akan cendrung tekstual, adapun jika pemaknaan bahasa menggunakan prinsip language games, maka pemaknaan bahasa akan memiliki orientasi kontekstual. Selanjutnya pemahaman tekstual akan berimplikasi pada pemahaman keagamaan yang ekslusif, adapun pemahan yang kontekstual akan berimplikasi kepada pemahaman yang inklusif.Kaitannya dengan kajian keagamaan, teori leanguage games relevan untuk dijadikan sebagai metode dalam interpretasi teks.

Contohnya dalam kajian keagamaan, kita bisa memilih beberapa tokoh penceramah atau dai yang sering tampil di televisi yang memiliki kecendrungan pemaknaan bahasa yang positivistik. Mamah Dedeh misalnya jika dilihat gaya bahasanya, maka dia terkesan memiliki pemaknaan bahasa yang positivistik sehingga beberapa pandangan keagamaannya sering kali bersifat instan dan final. Implikasinya model pemaknaan ini akan berujung pada kebenaran tunggal dan yang lain salah. Untuk itu, dibutuhkan model kajian pemakanaan bahasa yang lebih inklusif dan plural. Untuk menunjang hal ini maka filsafat bahasa atau filsafat analitika memiliki peran yang sangat penting dalam penafsiran teks keagamaan. 

Post a Comment for "Peran Filsafat Bahasa dalam Proses Pemahaman dan Penafsiran Nilai-Nilai Agama"